Search projects, hackathons, sponsors and tech

    ← All projects

    About

    The problem it solves Masalah yang Diselesaikan Proyek ini menyelesaikan masalah kurangnya kontrol dan transparansi pasien terhadap data kesehatannya sendiri. Dengan sistem ini, pasien dapat menyimpan, melihat, dan mengelola riwayat kesehatan mereka secara mandiri dalam satu tempat yang aman. Data kesehatan dienkripsi dan hanya dapat diakses oleh pihak yang diberi izin oleh pasien, seperti dokter atau tenaga medis tertentu. Solusi ini memudahkan pasien untuk: - Melihat riwayat penyakit dan pemeriksaan kapan saja - Memahami perkembangan kondisi kesehatannya - Membagikan data kesehatan secara aman tanpa harus membawa dokumen fisik - Menghindari kehilangan atau manipulasi data medis Sementara itu, bagi dokter dan institusi kesehatan, sistem ini menyediakan akses data yang lebih aman, terverifikasi, dan terkontrol, tanpa harus menyimpan data sensitif dalam bentuk plaintext.

    How it's made

    Challenges we ran into Tantangan: Pasien Tidak Memiliki Akses dan Pemahaman atas Riwayat Kesehatannya Masalah nyata yang ditemukan adalah banyak pasien tidak dapat melihat atau memahami riwayat penyakit dan data kesehatannya sendiri. Selama ini pasien hanya percaya bahwa rumah sakit menyimpan hasil pemeriksaan, tanpa benar-benar mengetahui isi, perkembangan, atau makna dari data tersebut. Akibatnya, pasien tidak bisa melakukan self-study terhadap kesehatannya dan sepenuhnya bergantung pada institusi. Hal ini menjadi masalah karena data kesehatan adalah data personal yang sangat penting, namun kontrol dan visibilitasnya justru berada di luar tangan pemilik data itu sendiri. Pasien kehilangan transparansi, pemahaman, dan hak untuk mengelola informasi kesehatannya. Solusi yang diterapkan dalam proyek ini adalah membuat sistem di mana data kesehatan dikelola langsung oleh pasien. Setiap data dienkripsi, dan hanya pasien yang memiliki kontrol penuh atas aksesnya. Dokter atau rumah sakit hanya dapat mengakses data tersebut jika diberikan izin melalui kode atau kunci enkripsi tertentu. Dengan pendekatan ini, pasien tetap menjadi pemilik data, sementara dokter berperan sebagai pihak yang diberi akses terbatas dan terkontrol.