Search projects, hackathons, sponsors and tech

    ← All projects

    Titen

    The Tinder for Prediction Markets: Swipe to Bet

    Demo

    About

    The problem it solves Konteks Masalah: Adopsi aplikasi onchain di Indonesia masih terhambat oleh pengalaman pengguna (UX) yang rumit. Pasar prediksi tradisional (seperti Polymarket) memiliki antarmuka yang mengintimidasi pengguna ritel: penuh grafik lilin (candlestick), order book yang kompleks, dan penggunaan mata uang asing (USDC) yang tidak relevan secara lokal. Solusi TITEN: TITEN hadir sebagai Base Mini-App yang mengubah DeFi menjadi pengalaman sosial yang menyenangkan dan mudah diakses. Gamifikasi UX (Swipe-to-Bet): Kami mengganti antarmuka trading yang rumit dengan mekanisme "Swipe" (Geser). Geser Kanan untuk YA, Geser Kiri untuk TIDAK. Ini membuat partisipasi pasar menjadi intuitif, cepat, dan mobile-native. Lokalisasi dengan IDRX: Dengan mengintegrasikan IDRX (Rupiah Stablecoin), kami menghapus friksi konversi mata uang. Pengguna Indonesia dapat memprediksi kejadian lokal menggunakan denominasi yang mereka pahami, mendukung tujuan IDRX untuk aplikasi onchain yang "Indonesia-ready". Onboarding Tanpa Hambatan: Menggunakan Account Abstraction (Smart Wallet) untuk meminimalkan kerumitan manajemen private key bagi pengguna awam. Sistem Taruhan Dinamis: Kami menyederhanakan input taruhan dengan slider dinamis, menyembunyikan kompleksitas kalkulasi gas fee dan satuan Wei di belakang layar. 🗺️ Roadmap Visi kami adalah menjadikan TITEN sebagai platform "Go-to" untuk prediksi sosial di Asia Tenggara. Berikut adalah rencana pengembangan kami: Q1 2026: MVP & Testnet (Current Status) ✅ Peluncuran Versi Alpha di Base Sepolia Testnet. ✅ Implementasi mekanisme Swipe UI yang mulus. ✅ Integrasi IDRX (Mock) untuk simulasi taruhan lokal. ✅ Dukungan Account Abstraction (Coinbase Smart Wallet). ✅ Sistem Dynamic Staking (Slider Input). Q2 2026: Mainnet Launch & Security 🔲 Smart Contract Audit: Audit keamanan sebelum deploy ke Mainnet. 🔲 Base Mainnet Deployment: Peluncuran resmi menggunakan Real IDRX. 🔲 Social Login: Login menggunakan Google/Twitter (tanpa wallet ribet) untuk user Web2. 🔲 Leaderboard: Fitur gamifikasi untuk melihat prediktor terbaik mingguan. Q3 2026: Ecosystem Expansion 🔲 User-Generated Markets: Memungkinkan pengguna membuat pasar prediksi mereka sendiri (Creator Economy). 🔲 Fiat On-Ramp: Integrasi langsung QRIS untuk deposit IDRX di dalam aplikasi. 🔲 Native Mobile App: Peluncuran aplikasi native (.apk / .ipa) di Play Store & App Store. 🔲 Thetanuts Integration: Opsi strategi hedging lanjutan untuk likuiditas market. Tim kami terdiri dari dua spesialis yang saling melengkapi untuk membangun TITEN. Pugar Huda Mantoro (Backend & Smart Contract) menangani logika protokol, keamanan kontrak Solidity, dan infrastruktur data backend. Muhamad Azis (Frontend & UI/UX) fokus pada pengembangan antarmuka pengguna, menciptakan desain 'Swipe' yang adiktif, serta memastikan integrasi Web3 yang mulus di sisi klien. Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan aplikasi pasar prediksi yang tidak hanya canggih secara teknis di jaringan Base, tetapi juga sangat mudah digunakan oleh pengguna awam.

    How it's made

    Challenges we ran into Selama pengembangan di jaringan Base Sepolia, kami menghadapi dan menyelesaikan tiga tantangan teknis utama: 1. Sinkronisasi State On-Chain & Off-Chain (Isu "Execution Reverted") Tantangan terbesar adalah sinkronisasi antara database Supabase (untuk metadata pertanyaan) dan Smart Contract. Kami mengalami error revert karena indeks marketCount di blockchain (dimulai dari 0) tidak sinkron dengan ID di frontend. Solusi: Kami membangun logika validasi yang lebih ketat di API Next.js dan memastikan seeding data awal di database sesuai dengan marketCount on-chain secara real-time. 2. Transisi dari Fixed ke Dynamic Staking Awalnya kontrak kami menggunakan nilai taruhan tetap (fixedStake). Untuk meningkatkan UX, kami melakukan refactor total menjadi sistem dinamis. Solusi: Kami memodifikasi fungsi stake di Solidity untuk menerima parameter amount dan mengimplementasikan konversi presisi tinggi (Ether to Wei) menggunakan library viem di frontend agar input slider pengguna diterjemahkan akurat ke blockchain. 3. Edukasi Gas Fee vs Token Pengguna sering bingung ketika memiliki saldo IDRX tetapi transaksi gagal karena tidak memiliki ETH untuk gas. Solusi: Kami memperbaiki UX error handling untuk membedakan pesan error antara "Saldo IDRX Kurang" dan "Gas ETH Kurang", serta memberikan panduan visual yang jelas saat allowance token diperlukan.